headerphoto
..:::Selamat Datang Di Politeknik Gunakarya Kampus A : Jl. Cut Mutia, Grand Centre Blok D No. 24 sd 27 Bekasi Telp. 021-8811250, 8822842 Fax.021-8803181, 021-8822842 Kampus B : Jl. Raya Cibarusah Gedung Sentra Kuning Blok B No 13-14 Cikarang - Bekasi Telp. 021-89901853 :::..

MEMETAKAN OTAK UNTUK MASA DEPAN

Rabu, 8 Juni 2011 12:55:52 - oleh : admin

Komisi Eropa baru saja memilih enam proyek penelitian untuk memperebutkan dua tempat terbaik sebagai teknologi masa depan. Tidak tanggung-tanggung setiap kandidat menerima 1,5 juta euro atau Rp 18 miliar untuk menyempurnakan proposal selama setahun.

Tujuannya, apalagi kalau bukan mendorong para ilmuwan menghasilkan terobosan dibidang teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus solusi terhadap tantangan utama umat manusia ke depan. dua proyek terbaik akan mendapat anggaran 100 juta euro atau Rp 1,2 triliun setiap tahun selama 10 tahun.

Diantara keenam proyek itu, teknologi informasi untuk atasi krisis, uji materi baru grafen, piranti mini untuk deteksi kesehatan, pemetaan otak manusia, teknologi digital untuk pengobatan dan robot teman manusia. Pemetaan otak termasuk yang diunggulkan. Proyek ini berupaya memahami cara kerja otak dan kemudian mengembangkannya untuk berbagai cabang ilmu dan pengobatan, arsitektur, hingga kecerdasan buatan.

Simulasi kerja otak

Proyek pemetaan otak meliobatkan perguruan tinggi dan organisasi dari sembilan negara Eropa, termasuk ditantarannya Trust Sanger Institute dan para ilmuwan di Manchester, Plymouth, London dan Leicester. Seperti dikutip  BBC News, Direktur Pemetaan Otak Profesor Henry Markram menyatakan  bahwa timnya akan menggunakan superkomputer untuk menyimulasikan bentuk dan cara kerja otak.

"Setipa tahun ada ribuan paper tentang neuroscience yang dipublikasikan. Semua informasi akan diintegrasikan untuk mewujudkan pemahaman otak yang menyeluruh,' ujar markram.

Harapannya semua simulasi kerja otak akan membantu memperbaiki diagnosis dan pengobatan suatu penyakit atau perbaikan kualitas hidup pasca-kecelakaan. Apalagi data menunjukkan  satu dari tiuga orang mungkin akan mengalami gangguan otak dalam hidupnya. sebutlah alzheimer, parkinson, atau epilepsi yang mungkin bisa diatasi jika fungsi otak dipahami.

Sejalan dengan para Ilmuwan di Eropa, dalam pertemuan di Boston, akhir Mei, para ahli saraf  di Amerika Serikat juga menjanangkan  program 10 tahun untuk memetakan otak manusia. dikenal dengan sebutan One mind for Research, program diluncurkan berbarengan dengan  peringatan 50 tahun pidato Presiden John F Kennedy (kala itu) yang akan mengirim  manusia ke bulan dalam satu dekade. tidak heran apabila mantan senator  Patrick Kennedy menyebut upaya  pemetaan otak ini sebagai cara  baru " membidik Bulan".

Sama seperti proyek pemetaan gen, upaya pemetaan otak sering dosebut sebagai salah satu proyek ambisius abad ini. Bayangkan otak manusia  yang butuh jutaan  tahun untuk berevolusi ditargetkan  bisa disimulasikan hanya dalam satu dekade.

Namun keingintahuan manusia memahami sendiri kemampuan otaknya  memang sudah berlangsung sepanjang peradaban. tetapi tekateki terbesar yang belum terjawab adalah mengapa otak manusia bisa mengembangkan kehidupan yang begitu luar biasa, sementara hewan lain - yang juga berotak- tidak berubah  sepanjang zaman.  Adakah sesuatu yang membedakannya?

Evolusi Otak

Salah seorang ilmuwan yang mencoba mencari jawabnya adalah Sephen Cunnane. Dalam bukunnya, Survival of the Fattest: the Key to Human Brain Evolution (2005), ahli fisiologi metabolok dari Universitas Sherbrooke di Quebec, Kanada, ini menguraikan  bagaimana otak manusia berevolusi menjadi semakin besar dan semakin pintar.

Menurut Cunnane, evolusi pada manusia merupakan hasil interaksi banyak aspek: genetik, waktu, lingkungan, dan perkembangan kepandaian yang saling menguatkan. Dalam hal lingkungan, ternyata faktor yang paling berperan adalah kehidupan nenek moyang manusia di tepi pantai. Mereka makan flora dan fauna dipesisir: rumput laut, kerang, ikan, katak, telur burung yang kaya nutrisi.

Makanan dari laut  kaya asam lemak tak jenuh docosahexaenoic (DHA) yang berperan penting dalam mengembangkan neuron: sel pengantar impuls dalam sistem saraf. ini masih ditambah dengan yodium, nutrisi kunci pengembangan otak yang terdapat dalam hewan laut.

Begitu manusia purba samapai ke pola hidup menetap, tubuh mulai menunpuk lemak. lemak yang kaya nutrisi  inilah sumber pembesaran otak pada bayi-bayi mereka: suatu evolusi yang mendasari munculnya manusia modern.

Cucnane percaya, sebenarnya otak manusia juga sudah mempunyai gen-gen yang siap berkembang hanya saja gen ini tidak muncul sampai dikatalisasi oleh pola makan yang bersumber dari laut itu.

Sinergi Percepatan

Meski masih misteri, pembesaran otak dipercaya makain dipercepat oleh kemampuan manusia berbahasa dan menggunakan alat. Otak manusia modern dua kali lebih besar dari pada otak Homo habilis, kerabat manusia paling awal yang hidup dua juta tahun lalu.

Perkembangan otak ini juga sangat mengonsumsi energi. Rata-rata otak bayi baru lahir menghabiskan 75 persen dari energi yang dibutuhkan  setiap hari. "secara alami kebutuhan itu sudah diantisipasi tubuh. Bayi manusia adalah satu-satunya bayi primata yang lahir dengan kelebihan lemak, 14 persen dari totalk berat lahir," kata Cunnane seperti dikutip Science Daily.

PAra ahli percaya, evolusi otak manusia masih jauh dari sempurna. Bisa jadi hasil pemetaan otak 10 tahun ke depan menjadi tonggak evolusi kedua. Kalau yang sekarang saja sudah sedemikian dahsyat, entah apa yang terjadi kelak setelah manusia memahami kerja otak. ditulis oleh Agnes Aristiarni Sumber: Kompas.

 

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya