...:::Selamat Datang : Politeknik Guna Karya:::...
Rubrik : Artikel
Mengapa Kuliah Di Politeknik?
2014-06-19 09:16:08 - by : admin

Politeknik mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1982. Pada saat itu,
pendidikan tinggi masih didominasi oleh institusi pendidikan jenjang
sarjana. Karenanya pemerintah melalui Departemen Pendidikan menginginkan
adanya institusi pendidikan yang dapat mengisi tenaga kerja ahli yang
memiliki keterampilan untuk bekerja.
Pada tahun 2008 politeknik
negeri yang ada di Indonesia sebanyak 26 buah. Bila dibandingkan jumlah
penduduk di Indonesia dengan jumlah politeknik yang ada maka sangatlah
kurang. Sebagai perbandingan, di Arab Saudi dengan penduduk 20 juta
punya politeknik sebanyak 60 buah dan di Finlandia dengan penduduk 6
juta punya politeknik sebanyak 50 buah, sementara Indonesia dengan
penduduk 220 juta lebih hanya punya 26 politeknik negeri dan beberapa
politeknik swasta. Saat ini perbandingan politeknik dengan universitas
masih tidak berimbang. Bila ingin meningkatkan mutu pendidikan maka
rasio universitas dengan politeknik harus seimbang.
Pada saat ini di
Indonesia terdapat sekitar 6.800 SMK yang tiap tahun meluluskan 1 juta
lulusan. Jika saja 10 persen (100.000) lulusan SMK melanjutkan ke
politeknik maka 26 politeknik negeri dan beberapa politeknik swasta yang
ada di Indonesia tidak akan bisa menampung lulusan SMK. Kebanyakan
politeknik negeri hanya menampung 1.500-an lulusan SMA/SMK sehingga
jumlah politeknik mesti ditambah banyak di negeri ini.

Di
sejumlah negara maju, meyakini bahwa program jalur pendidikan seperti
politeknik merupakan andalan. Artinya, menjadi tumpuan bagi negara
tersebut itu dalam membangun sistem kerja yang dapat sukses memasuki
persaingan global. Dengan program berbasis keterampilan kerja dan
vokasi, banyak negara berhasil membangun ekonomi mereka dan lapangan
kerja banyak diisi tenaga-tenaga vokasi berilmu pengetahuan.
Salah
satu tujuan didirikan pendidikan politeknik di Indonesia adalah untuk
menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri atau perusahaan
(link and match), sehingga lulusan politeknik memiliki daya saing tinggi
untuk mendapatkan pekerjaan.
Pendidikan politeknik diselenggarakan
dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional pada level
supervisi di industri. Pendidikan politeknik adalah pendidikan tinggi
vokasi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan
keahlian terapan tertentu, maksimal jenjang pendidikannya setara dengan
program sarjana.
Sistem penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan
di politeknik adalah sistem paket, dimana setiap mahasiswa wajib
mengikuti semua mata kuliah yang tercantum dalam kurikulum. Sistem paket
diterjemahkan sebagai jumlah mata kuliah dengan total SKS per semester.
Di samping menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki
keterampilan, lulusan politeknik dididik untuk memiliki jiwa wirausaha,
berbudaya, berwawasan lingkungan serta mampu bersaing di tingkat
nasional maupun tingkat internasional.
Globalisasi dan perkembangan
teknologi yang pesat menuntut tersedianya tenaga ahli yang terampil dan
profesional dalam mengelola industri. Kebutuhan akan tenaga terampil dan
profesional tersebut merupakan tugas bagi semua pihak khususnya bagi
dunia pendidikan untuk memenuhinya. Meskipun secara kuantitatif cukup
banyak lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, namun lembaga yang
menyelenggarakan pendidikan di jalur profesional relatif masih sangat
kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan dunia industri. Terlebih jika
dikaitkan dengan kualitas lembaga pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan di jalur pendidikan profesional tersebut, masih sangat
terbatas jumlah lembaga pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang
sesuai dengan kebutuhan kalangan industri.
Dalam rangka mengisi
kebutuhan dunia industri dengan tenaga kerja yang handal dan
profesional, politeknik memegang peranan yang sangat penting. Politeknik
sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan siap kerja (karena
merupakan jalur pendidikan professional) sangat diharapkan dan bahkan
dituntut untuk dapat mempersiapkan lulusan berdaya saing tinggi dan
secara optimal mampu memenuhi dunia industri.
Kuliah di politeknik
memiliki prospek yang cerah. Bahkan saat ini kebutuhan akan tenaga ahli
di bidang teknik semakin dibutuhkan. Hal ini mengingat perkembangan
dunia industri di Indonesia yang semakin lama semakin berkembang. Namun
masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan yang salah mengenai
politeknik. Mereka masih beranggapan jenjang diploma terutama teknik,
tidak bergengsi dan tidak ada jaminan masa depan.
Politeknik
menawarkan program pendidikan vokasi pada berbagai jenjang pendidikan.
Sebagai pengakuan dan bukti kelulusan, pendidikan politeknik memberikan
ijazah dan hak untuk menggunakan gelar vokasi. Gelar vokasi terdiri atas
Ahli Pratama (disingkat A.P) bagi lulusan program Diploma I, Ahli Madya
(disingkat A.Md) bagi lulusan Program Diploma III, dan Sarjana Sains
Terapan (disingkat S.ST) bagi lulusan Program Diploma IV yang
ditempatkan di belakang nama pemilik hak atas penggunaan gelar yang
bersangkutan.
Perkuliahan, sistem belajar mengajar dan kurikulum
politeknik pun memiliki perbedaan dengan program studi jenjang sarjana.
Untuk perkuliahan, politeknik menggunakan sistem seperti yang digunakan
dalam industri. Salah satunya adalah jam kuliah yang menyerupai jam
kerja. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa terbiasa dengan dunia kerja.
Mahasiswa yang masuk politeknik seolah-olah sudah bekerja di suatu
perusahaan. Lulusan politeknik disiapkan untuk mampu bekerja yang
betul-betul mengembangkan keterampilan, untuk mencapai standar yang
jelas, teliti, dan relevan di bidangnya masing-masing.
Berdasarkan
data tingkat keterserapan dunia usaha dan dunia industri lulusan
politeknik relatif tinggi. Ini berarti terdapat relevansi yang kuat
antara kurikulum yang diterapkan dengan tuntutan lapangan kerja. Di saat
krisis global masih berlangsung, dunia industri lebih banyak mencari
sumber daya manusia (SDM) dari lulusan politeknik.
Namun, anehnya
minat para lulusan SLTA atau masyarakat umumnya relatif rendah untuk
menimba ilmu pada jalur pendidikan vokasional ini. Kenyataan di
lapangan, betapa gelar kesarjanaan masih begitu kuat daya tariknya,
meski nyatanya betapa besar angka penggangguran di level tersebut.
Banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih tempat kuliah untuk
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada banyak yang berpendapat
bahwa membuat keputusan yang tepat dalam memilih tempat melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi penentu masa depan.
Bergabunglah dengan politeknik dan wujudkan masa depan yang lebih baik
serta lebih cepat.
sumber: Abdul Rauf, http://kedubespanama.blogspot.com

...:::Selamat Datang : Politeknik Guna Karya:::... : http://localhost
Versi Online : http://localhost/?pilih=news&aksi=lihat&id=84